Wednesday, November 15, 2017

#myDIYstories Volume 25 : Beads Keychain


Gantungan kunci adalah benda printilan yang biasanya selalu kita punya, at least 1. Tapi seringkali kita hanya beli saja tanpa pernah kepikiran untuk membuatnya. Padahal sebenernya gampang loh untuk membuat gantungan kunci yang bagus. Bahan-bahannya juga gampang ditemukan. Kali ini aku mengajak sahabatku, Susyana Golam dari @susyana_heartbeads, untuk membuat gantungan kunci. Kebetulan Susy memiliki usaha printilan lucu nan gemas yang juga memakai bahan beads/manik.


Kebetulan sekali Susy rumahnya juga di sekitaran BSD jadinya kami dengan mudah mengatur waktu dan tempat untuk melakukan sesi pemotretan. Begitu Susy aku kabari soal DIY project ini, Susy langsung tertarik. Bahkan di saat kehamilannya sudah memasuki usia 8 bulan, Susy dengan semangat datang dan menjelaskan proses pembuatan keychain ini hanya untuk kalian semua! :) Thanks a lot Susy :* Aku sudah wanti-wanti Susy untuk menggunakan bahan yang memang ada di sekitaran kita supaya kalian juga mudah untuk mengikutinya. 

Alat dan bahan:

  • Beads / manik yang ada lubang di bagian tengah
  • Gantungan kunci besi
  • Ring besi 8 mm
  • Benang sulam berbagai warna
  • Jarum
  • Gunting


Langkah:

1. Siapkan alat dan bahan
Kalian gunakan bahan yang mudah kalian dapatkan. Untuk beads bisa menggunakan beads dari bahan apapun misalkan plastik, batu, biji-bijian, logam, kayu, dsb.

2. Ukur dan gunting benang sulam dengan panjang kurang lebih 30 cm


3. Lipat benang menjadi 2 

4. Simpulkan benang di gantungan kunci

5. Masukkan kedua ujung benang ke lubang jarum lalu simpulkan

6. Masukkan beads melalui jarum

7. Sambungkan benang ke ring besi lalu simpulkan
Susy memakai ring besi dengan ukuran 8 mm, tetapi jika kalian memiliki ukuran yang lain tidak masalah.

8. Gunting benang sulam kurang lebih 10 cm dengan jumlah kurang lebih 5 potong per warna (Susy memakai 3 warna)

9. Buka ring besi

10. Lipat potongan benang menjadi 2 lalu masukkan ke dalam ring besi dan tutup kembali ring besinya

11. Ambil 1 benang lalu ikatan mengeliling di ujung dekat ring

12. Rapikan ujung benang dengan gunting

Taraaaaaa selesai deh! Gampang kan? 

Selain menjadi gantungan kunci, juga dapat digunakan sebagai gantungan tas :) Kalau kalian sudah berhasil membuatnya, share dong di instagram kalian lalu tag ke @idekuhandmade dan sertakan juga hashtag #myDIYstories . Selamat mencoba :)


Wednesday, November 8, 2017

Genks, Tempat Cantik Nambah Lagi!



Bukan, bukan.. 
aku bukan food blogger atau apalah itu. 

Jadi ceritanya kemarin hari Selasa 7 November 2017, aku ada kerjaan di sekitar Tendean. Mengingat sangat butuh usaha extra buat penduduk lokal Tangerang macam aku untuk pergi ke Jakarta (apalagi di sekitar Tendean!) maka siang setelah semuanya kelar, aku putuskan untuk memberi reward untuk diriku sendiri dengan pergi ke #cottoninkcafe. Pas dilihat di google maps, ternyata hanya 15 menit dari Tendean. Yihha!

Sampai disana bertemu dengan Acha Sinaga (ngga perlu dijelasin lagi ya dia siapa, karena pasti udah pada tau). Acha bersama dengan Indah. Ternyata Acha lagi BT karena #cottoninkcafe itu lagi ada syuting. Jadilah gagal untuk ngopi disana (baca: untuk foto lol). Aku akhirnya tetap masuk ke dalam, aku pikir aku bisa sekedar melihat baju-baju di Cottonink. 

Ngga lama ternyata syuting sudah selesai. Setelah membeli atasan dan jeans (yeayyy aku udah bisa pakai jeans lagiiiii), lalu aku ke atas. Aku kabarin Acha dan Indah juga untuk segera datang lagi. Sebelum Acha datang, aku hanya bersama 1 tamu lainnya yang sedang asik membaca majalah. Ngga usah  disuruh, langsung dong aku keluarkan kameraku. Aku foto hampir seluruh ruangan. Karena tempatnya kecil, ngga susah untuk memfoto tiap sisi cantiknya.  Astagaaaa... aku pengen punya tempat kaya giniiii..



Ya kan ya kan.. semuanya gemesss banget ngga sih. Udah lama aku ngerasa kalo pink itu norak. Tapi kenapa disini perpaduan tembok pink dan tanaman hijaunya bagusss banget ya. Ok, buat inspirasi di workshop!

Karena namanya adalah #cottoninkcafe ya tentu ini adalah adeknya Cottonink. Cuma yang membuatkan kopi dllnya adalah District 7. Selain kopi, aku juga memesan minuman cantik nan gemas nan instagramable yaitu Pink Punch. Entah kenapa aku lebih senang menyebutnya Pink Unch hahahaha. Isinya seger-seger gitu. Dan terdapat campuran buah sirsaknya. Segerrr kalau diminum siang hari yang terik.


Packaging cupnya aja gemesss banget. Crayyyyy. 
Di sana kursi-kursinya beda semua loh. Ala-ala kursi rotan yang lagi naik daun sekarang. Aku aja pengen gitu 1 buat di workshop. Tapi bingung mau ditaro dimana lagi. Hahaha.. pokoknya mata capek deh karena pengen liat ina ini itu. Semuanya serba cute.


Oia disana juga ada semacam mini display untuk jualan loh. Ada Kandura dan Chic and Darling. Dua-duanya favorit! Dua-duanya produk lokal kebanggaan!

 

Lengkap sudah kegemesan di #cottonikcafe. DIE.
Ya ya ya, aku segitu ngebetnya pengen foto dengan background si pinky ini. Sampai ngga sabar untuk menunggu Acha datang untuk minta difoto hahaha.. Aku minta bantuan mas barista untuk memfoto. Seperti mas itu juga sudah hapal bener sama kelakuan tiap yang datang ke tempat ini. Lumayan bagus lah hasil fotonya. Makasih mas! :)

Backgroundnya kece, cuma modelnya doang yg STANDART! :p

Ngga lama, si Acha dan Indah dateng. Langsung dong pesen makanan. Nama makanannya lucu amat, nasi kruci ayam dan nasi krucil ikan. Tapi sayang ngga sempat difoto karena buibuk ini sepertinya udah kelaperan banget hahahaha.

Dateng-dateng langsung mesen shayyyy :D

Sambil ngobrol ngalor ngidul bertiga, tibalah Acha minta difoto sama Indah. Heran banget deh, tiap gerakannya jadi gitu pose yang bagus. Aku mah boro-boro. Hanyalah hempasan debu di sebelah dia :'D Mau diarahin gaya apa, hasilnya malah kaku. Ngga lama kemudian datanglah mama kece Puche. Yawlaahh, anak 2 kenapa begini amat yaaa.. Cakepnya amit-amittt.. Sama lah tuh sama Acha & Indah. Aku hanya penonton aja *crayyy benerannn. Puche datang bersama anak keduanya, Anaia, Gemess genduudd pipinya minta digigitttttt.

Serius ini cakepnya ga pake effort pemirsa.          
Sebenarnya ada foto kami ber-4, tapi fotonya masih di kamera Acha. Sekian main-main di tempat lucu ini. Aku harus pulang duluan sebelum sore karena masih ada pekerjaan lagi di workshop BSD. Babayy semuanyaaaa. Sampai bertemu di lain waktu :*

Tuesday, October 17, 2017

Seneng dari gambar manual bisa jadi produk

Sebelum mulai ngemeng-ngemeng soal apa yg aku bikin, aku mau kata-kata pembuka dulu nih :p Sebelumnya pada ngerasa ngga sih, "KOK NGEBLOG SUSAH AMAT YA? KOK NGGA ADA WAKTU YA? KOK NGGA ADA BAHAN YA? KOK NGGA TAU HARUS NULIS APA YA?" Begitu banyak pertanyaan yang aku pikirin selama ini. Kenapa aku ngerasa jadi segitunya ngga bisa untuk posting sesuatu di blog. Ketemu sama beberapa orang bikin aku salut dan sangat kagum sama teman-teman yang bisa dengan komitnya mengisi blog mereka dengan sungguh baik. Baik karena tata bahasanya bagus, baik karena isinya informatif, baik karena penataan letaknya enak dipandang, baik karena fotonya berkualitas bagus, dan baik-baik lainnya. Kapan mereka bisa melakukan itu semua? Kapan mereka bisa mencari sumber-sumber untuk bahan tulisannya? Itu semua aku belum bisa lakuin. Kalau dulu mungkin aku bisa posting seminggu beberapa kali. Kenapa sekarang ngga bisa ya? Ya ini PR sih buat aku, dan masih akan menyelidiki sebab penyebabnya kenapa :D Mungkin nanti hasilnya bisa aku share di blog ini :p *janji ngga yaaa.....

Oke, pagi ini sebelum mandi tapi udah sarapan (penting lol), aku mencoba untuk nulis lagi. Karena bahan baru belum aku kumpulkan dengan baik, maka aku memutuskan untuk mengangkat sesuatu yang lama. Karena menurutku, untuk membuat konten yang baik memang persiapannya harus agak njelimet. Apalagi aku juga bukan seorang penulis yang bisa nulis mengalir gitu aja. Belum lagi harus foto ini itu yang berkaitan dengan konten. 

Jadi gini, Lebaran lalu (woooyyyy Lebaran udah lama bangettttt... tapi ini baru mau keluar hahahaa) aku membuat sesuatu untuk Ideku Handmade. Seperti teman-teman tahu kalau aku dan tim suka membuat goody bag ulang tahun anak, itu pun harus memesan terlebih dulu karena hasilnya nanti akan personal banget, mulai dari design, warna, ukuran, jenis produk, sampai penambahan nama tamu yang diundang. Tapi banyak teman-teman juga yang menanyakan aku untuk membeli yang satuan. Ya sudah, aku pikir kenapa juga ngga dibuat?

Sebulan sebelum Lebaran, aku niat untuk bikin gambar manual menggunakan gouache. Aku gambar di kertas Canson Paper yang 300 gram. Idenya apa lagi kalu bukan bunga-bungaan. Kenapa aku pilih bunga? Karena aku tahu kalau penikmatku di instagram sebagian besar adalah ibu-ibu muda :))


Aku bikin 2 design, yaitu bunga biru dan bunga merah

Setelah itu aku scan. Scanerku di workshop biasa banget kok yang standart dipakai di rumah. Ngga hanya berhenti sampai di proses scan, lalu aku layout bunganya menjadi susunan yang lebih menarik.


Setelah dilayout lalu masuk ke proses printingnya dan dijahit sesuai dengan produk yang diinginkan. Dari 1 designnya aku jadikan placemat, coaster dan, cushion cover. 


Packagingnya aku pakai box karton berbentuk kotak.sayang kan kalau produknya sudah niat dibuat tapi masa packagingnya 'ngga menjual'? Untuk bunga merah aku pakai box merah, untuk bunga biru aku pakai box biru. Ngga lupa untuk menambahkan pita dan label ucapan untuk menambah detail manisnya.


Kalau produk sampai packaging sudah beres dibuat, yang ngga kalah penting juga adalah foto produk. Aku sih fotonya ala-ala banget ya. Berbekal sedikit ilmu fotografi yang masih diingat di kampus, lalu aku coba untuk melakukan photoshoot di Kopi Kalyan, BSD. Numpang meja makannya lalu aku tata produkku supaya terlihat cantik :D Foto produk untuk apa sih? Ya untuk jualan. Berhubung aku mengandalkan sosial media 100% sebagai tempat berjualan, wajib hukumnya untuk bikin penampakan visual yang baik. Nah teman-teman yang punya usaha online juga wajib juga tuh untuk foto produknya :)


Setelah dicoba ngebahas tentang konten tadi, ternyata aku bisa juga ya ngemeng-ngemeng huahahaha... Dan malah jadi ada ide baru. Next post aku akan bahas tentang gimana sih cara foto sederhana supaya jualan kita terlihat baik? Aku matengin dulu ya materinya, berdasarkan pengalamanku sendiri ditambah juga dengan tips lainnya. *doa dulu, semoga matengin konsepnya ngga setahun ya :D

Selamat hari rabu semua, selamat berkarya dan jangan males-malesan! Muaaahhhh :*

Monday, May 29, 2017

Latihan Pegang Kuas


Apa sih sebetulnya Latihan Pegang Kuas? Hahaha... Ini yang suka menjadi pertanyaan buat banyak orang. Saya suka menggambar dan bikin kerajinan sejak masih kecil. Seingat saya dari TK sampai SMU mata pelajaran yang paling tinggi adalah kesenian. LOL. Tapi seringkali dibuat drop oleh papa saya karena beliau SELALU bilang kalau gambar saya dari dulu sampai sekarang yaaaa begitu aja.Saya pun kuliah di jurussan design grafis dan... tetap tidak ada peningkatan apa-apa. Benar kata papa saya, segitu-gitu aja.

Sampai saya mendirikan Ideku Handmade akhir tahun 2008 lalu, kemampuan saya juga tetap segitu aja -__- Akhirnya kalimat papa yang bikin drop tshayy tadi saya jadikan sebagai pemicu untuk membuat saya berusaha lebih lagi. Timbulah kalimat "Latihan Pegang Kuas." Kalimat tersebut sungguhlah dari dalam hati saya. Saya memang berniat untuk belajar memegang kuas. Hal yang saya benci sewaktu kuliah dulu. *Walaupun suka kesenian, saya ngga suka mengerjakan sesuatu yang mengandung unsur air :D

Sering kali setiap saya belajar memegang kuas, lalu karya saya post di instagram. Ngga disangka semakin hari semakin banyak yang bertanya. Saya pun bingung menjelaskan, karena yang saya tahu tidaklah seberapa ilmunya. Berbekal dari cari-cari tahu melalui workshop dan otodidak, serta banyaknya orang yang meminta saya untuk menularkan ilmu ala-ala ini, maka saya mulai memberanikan diri untuk membuat kelas ini.

Tak diduga juga, ternyata makin hari makin banyak orang yang antusias. (Terima kasih banyak!) Sekarang saya malah aktif workshop untuk menularkan ilmu ini ke banyak orang. Memang karena ilmunya juga masih sekadarnya, makanya tiap kali saya latihan juga tetap menggunakan caption latihan pegang kuas. Kalau udah jago mungkin berubah jadi jago pegang kuas. Hahahaha... becanda.

Moto saya adalah membuat sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang menarik. Sesuai dengan apa yang saya buat di Ideku Handmade. Hampir semuanya mudah sekali dibuat, tapi ya itu dia tantangannya bagaimana cara membuat hal-hal sederhana tersebut menjadi lebih berarti :') Makanya latihan pegang kuas pun begitu, goresan kuas sederhana yang bisa membuat (at least) orang yang melihatnya menjadi happy! Bilang aja skill saya cuma segitu doang. Eh.

Feel free loh kalau mau menggunakan hashtag #latihanpegangkuas di instagram kalian. Tapi please banget ya, jangan foto jualan sepatu-jualan parfum-jualan squishy-jualan alat pembesar payudara serta merta dikasih hashtag #latihanpegangkuas juga. Keki banget saya liatnya :D

Kalau yang belum tahu tentang latihan pegang kuas bisa cek hashtag #latihanpegangkuas ini atau juga masuk ke account @latihanpegangkuas . Karena rencananya sih saya mau ngasi tutorialnya di account ini :) Doakan semoga berfaedah ya! *kencengin iket kepala